حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari Aisyah Ibu Kaum Mu'minin, bahwa Al Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan. Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya". Aisyah berkata: "Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat."
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata, Telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Anshari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Alqamah bin Waqash Al Laitsi berkata; saya pernah mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"

Inilah Transkrip dan Rekaman Pidato SBY yang "Bocor"
Inilah transkrip lengkap pidato Presiden SBY dalam sebuah rapat internal Partai Demokrat pasca-voting APBN-P 2012, menyangkut kenaikan harga BBM yang sebelumnya diberitakan telah bocor.
Disaksikan Tuhan Yang Maha Esa, kita tidak boleh berbohong. Tidak boleh kita memanipulasi. Tidak dibikin begitu atau dibilang begitu jauh dari karakter kita. Saya akan ceritakan apa adanya. Kalau saya ceritakan apa adanya, saya yakin saudara akan lebih bangga lagi menjadi Partai Demokrat. Dan barangkali publik atau rakyat tidak akan mudah percaya, kalau ada banyak pihak yang karena partai kita, atau saya atau Partai Demokrat, seolah-olah Partai Demokrat tidak berbuat apa-apa.
Saya mulai dengan pertemuan dengan semua ketua umum parpol koalisi di Cikeas. Setelah berbicara kurang lebih 2,5 jam, diakhiri dengan konperensi pers, semuanya seolah-olah kompak, bersatu, sama posisi. Meskipun saya sudah punya pengalaman yang panjang (ha..ha..ha.. hadirin tertawa). Oleh karena itu pada saat konperensi pers, saya tidak terlalu cepat mengatakan bahwa koalisi sudah kompak, tidak. Karena sekali lagi pengalaman.
Tetapi proses berikutnya lagi dibangunlah komunikasi secara intens dan disitulah mulai berubah-ubah. Saya telepon lagi, beberapa diantaranya, OK lagi. Setelah tiga hari berubah lagi. Ada partai yang tidak masuk di koalisi kita, mengirim message, sampaikan ke Pak SBY memang partai kami harus begitu, karena ini politik. Tapi nanti akhirnya mendukung. Omong
kosong. Tuhan mencatat, menipu. Partai-partai lain juga begitu. Sampai juga yang lain, konsolidaskan begitu-begitu, tidak terjadi. Hanya senang partai kita kalau iya, iya.
Jangan mudah dan sering berbohong. Akan jadi nanti apa yang kita perjuangkan. Kalau mengatakan, kami belum cocok, belum setuju dengan platform kami, lebih baik dibilang dan itu terhormat bagi saya, daripada iya-iya terus sampai saatnya voting berubah total dari janji sebelumnya.
Kembali proses berjalan, terjadi sinergi, pertemuan-pertemuan, kontak-kontak, lobi-lobi, yang seolah-olah menuju rapat paripurna tanggal 30 Maret, koalisi akan kompak dan tidak ada apa-apa.
Saya mendapatkan laporan tiap hari ketika saya berkunjung ke Beijing dan ke Seoul. Tetapi sekali lagi naluri saya mengatakan "Its not that easy", tidak semudah itu. Sampailah pada tanggal 29 Maret sore hari mendarat di Halim Perdana Kusuma, disambut oleh Wapres, para Menko, dan sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan lain-lain. Dilaporkan, everything
views to be OK.
Waktu itu, saya tahu perilaku politik, akhirnya ada waktu 1,5 jam rapat di situ, saya sampaikan ketidakperkenanan saya tentang ini itu, perbaiki ini-perbaiki itu.Tetapi tentu ada yang saya simpan, sepertinya belum bulat benar. Mengalir terus, sampailah pada 29 Maret malam banyak sekali dinamika, banyak terjadi. Tapi saya makin tahu, bahwa sebenarnya sebagian dari koalisi kita, bukan hanya satu partai, sebagian dari partai koalisi kita masih ada agenda-agenda tersembunyi. Ada agenda yang lain.
Saya baru pulang dari luar negeri, di luar negeri pun, saya tidak berhenti, kalau pak Albert bisa istirahat 1-2 jam, karena gantian. Kalau saya seminggu, dari pagi siang sore malam, jam 23.00 WIB baru selesai. Tengah malam saya teliti lagi pidato saya, bilateral saya. Biasanya, ke tanah air saya butuh satu hari untuk konsolidasi. Kemarin tidak, begitu tanggal 29 sampai 29 malam sampai jam 03.00 WIB subuh, pagi berangkat lagi.
Tanggal 30-nya, juga sampai jam 03.00 WIB subuh, baru selesai. Nah, yang saya ceritakan adalah liku-liku pada tanggal 30 Maret, mulai pagi, siang dan sore dan malam hari. Di situlah, rakyat medan politik kita, disitulah saya menguji kepribadian, karakter daripara politisi kita.
Melihat gelagatnya yang mestinya presiden tidak harus turun seperti itu, banyak yang pernah menjadi menteri, Pak TB Silalahi, bahkan pernah menjadi menteri era Pak Suharto, presiden tidak sepatutnnya atau sangat jarang untuk hands on, tetapi kemarin saya pimpin langsung. Wah, karena sangat berbahaya kalau sampai UU APBNP 2012 tidak tembus, ekonomi
kita bisa sangat terganggu. Dan itu ditunggu oleh mereka (parpol yang menolak kenaikan BBM). Biarkan SBY yang dari Partai Demokrat dengan pemerintahan yang dipimpinnya tidak diberikan tool apa-apa. Tidak diberikan kewenangan UU untuk melakukan segala sesuatunya, di kunci di situ, dan akan collaps.
Sama halnya, tidak boleh menaikkan BBM forever, itu tinggal tunggu saatnya. Kalau tiba-tiba ada gejolak luar biasa, akan collaps. Jadi yang tidak setuju menaikkan BBM, bukan untuk rakyat. Sebuah parpol yang pimpinannya pernah menjadi presiden, juga menaikkan harga BBM. Jadi kali ini bukan untuk rakyat, supaya SBY, pemerintah dan Partai Demokrat jatuh.
Ada juga setuju BBM naik, tapi tidak setuju membantu rakyat miskin, sama saja. Karena begitu kita naikkan BBM, presiden tidak diberikan ruang melalui UU yang ada untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kita dengan social protection, akan terjadi gelombang kemarahan di seluruh Indonesia, karena mereka akan menjerit dan kemudian pemerintah akan dituntut dan akan jatuh juga. Itu semua, silat lidah, talk shownya ke sana kemari, tapi intinya pemerintah diharapkan jatuh secepat-cepatnya. Tentu, tidak seorang presiden pun yang mau dikadali, yang mau dibegitukan dan oleh karena itulah kita (PD) berikhtiar, berupaya dan berjuang.
Saat yang paling akhir lagi adalah kurang 30 menit, saya melalui proses, menelepon diberitahukan ada 3 opsi. Opsi 1, PDIP, Gerindra, Hanura, tolak amandemen pasal 7 ayat 6(a) alias jangan diberikan wewenang untuk menaikkan harga BBM. Opsi 2, opsi partai Golkar yang mematok 15% 6 bulan. Opsi 3, opsi koalisi minus PG dan PKS, yang menetapkan 10% empat bulan. Sedangkan PKS tidak jelas.
Kalau 3 opsi, itu mesti 2 putaran. Kalau 2 putaran, Partai Golkar mengatakan kepada saya, nanti kami abstain di putaran kedua. Siapa yang bisa menjamin. Belum faktor PKS, kemana arahnya, terbukti betul. Tinggal 30 menit, saya harus mengambil keputusan. Dan waktu itu dibawa opsi itu. Pak marzuki Alie sebagai Ketua DPR memberi opsi itu dan siap divoting. Itu detik-detik yang paling menentukan. Kalau dibuka 3 opsi, tadi itu. We will lose, karena banyak sekali orang yang mudah ingkar janji, ingkar kesepakatan.
Kemudian, 6 bulan 15% sebetulnya, sebelumnya ada kesepakatan, 5%, meski pemerintah mengusulkan bukan 5%, Banggar usul 5%, itu terlalu rendah. Kok BBM buru-buru dinaikkan. De facto, sejak Oktober 2011, Indonesia Crude Price (ICP) kita sudah diatas yang ada dalam APBN 2012, kenytaan November, Desember, Januari, Februari, saya belum menaikkan. Oleh rakyat, kok mudah sekali menaikkan BBM, mosok ga ada cara lain.
Meskipun pemerintah 5%, Banggar 5%, tapi politiknya tinggi, saya betul-betul sadar bahwa ini telalu rendah, maka di kantor, kebetulan menteri-menteri yang merepresentasikan parpol ada di situ, pak Wacik di situ. Saya perintahkan bikin antara 10-15%, jadi bukan ide Golkar (tepuk tangan peserta), kami bermain 15%. Meskipun PD masih patuh pada Banggar. Kemudian yang lain 10-15%. Jadi 15% itu bukan monopoli, bukan ide Partai Golkar. Bahkan kesepakatan itu nantinya, menuju 10%, tapi diingkari lagi.
Kemudian sampailah pada titik krusial. Mau 3 opsi atau 2 opsi. Kalau dua opsi, kalau PG dan koalisi bisa jadi satu, PKS lupakan. jadi kalau itu jadi 1, hampir pasti menghadapi di sana menang.Yang harus saya putuskan berapa? Tadinya saya ingin, begini saja deh, 15% tetapi barangkali waktu yang paling tepat 3-4 bulan boleh 3 dan 4 bulan. Sebetulnya PG setuju 15% 3-4 bln, tentu juga PD, PAN, PKB dan PPP. Tetapi begini, internal PG gaduhnya luar biasa, dibenarkan oleh salah satu menteri dari PG. Waktu ketemu 10%, PKS disitu, meski diingkari lagi, diingkari lagi. sudah kompak semua, tapi ingkar, gak nyana, akhirmya kewalahan.
Toh, 15% juga ide kita, ide saya, lantas waktunya tinggal 30 menit, lantas kalau 3 opsi tidak bagus, oleh karena itulah semua yakin, saya telepon Aburizal Bakrie atau Ical (Ketua Umum PG) meskipun pak Ical di Papua, semua ada disitu, berikan waktu kepada saya, saya ingin mengajak berdoa, supaya tidak salah keputusan saya, nanti keputusan saya akan segera kita sampaikan ke DPR. Saya mengajak membaca Al-Fatehah. Yang beragama Islam, memohon kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini, memohon pertolongan kepada Tuhan, yang kita harapkan, dan pertolongan itu sungguh datang.
Nah, setelah itu, Bismillah, saya putuskan dua opsi. Perjuangkan, voting naik ke atas. Bismillah. Dan hanya selisih 20 menit, terjadilah. Tampaknya PDIP tidak siap (diikuti tertawa hadirin). PKS memang seperti itu.Kedua, dengan disetujuinya amandemen pasal 7 ayat 6a, itu berarti saya diberikan kewenangan untuk setiap saat manakala ada selisih haga 15% atau lebih baik naik atau turun, dalam waktu 6 bulan berturut-turut, rata-rata, itu diberikan kewenangan melakukan penyesuaian harga. Itu jelas legitimasi dan legalitas.
Sebenarnya, pidato saya setelah rapat paripurna bukan luar biasa, dari dulu juga begitu. Di dunia juga begitu. Presiden lain juga begitu, sejak Suharto. Bu Megawati juga menaikkan. Artinya, kewenangan itu ada di pemerintah, domain eksekutif.
Saudara di DPR jangan semua diborong, itu sistem seperti parlementer, wrong. Ini sistem presidensil, DPR itu hanya menetapkan berapa subsidi. Pemerintah menjaga subsidi tidak melampaui defisit. Bagaimana pemerintah menjaga subsidi? Terserah. Nah kalau semua dikontrol DPR, berarti gak perlu ada lembaga eksekutif. Amat riuh kalau dibawa ke dewan.
PD melakukan pencerahan, meletakkan kembali dasar-dasar ketatanegaraan yang benar. Kita negara kesatuan dengan sistem presidensial, bukan parlementer, dan federal. Oleh karena itulah, tadi malam saya ingatkan gubernur, bupati, walikota, harus memiliki moral dan etika untuk mematuhi yang jadi kebijakan pemerintah. Presiden sesuai UUD 45 memegang pemerintahan. Gubernur/bupati/walikota adalah kepanjangan presiden, keliru hukumnya.
Bupati/walikota memimpin unjuk rasa, melawan membangkang pemerintahnya. Yang menyedihkan, seruan itu datang dari komunitas politik yang di dalammnya juga pernah menjadi presiden (hadirin tepuk tangan....). Bayangkan, kalau itu terjadi, 2014 presiden ganti, seluruh walikota, bupati dan gubernur dari PD melakukan hal yang sama, kayak apa negara kita ini? Menangis rakyat kita. Itu insubordinasi, itu pembangkangan. Itu pemberontakan, itu perlawanan. Itu tidak mencerminkan sistem negara kesatuan. Federal barangkali, ada domain, kekuasaan pada partai tertentu, kita bukan itu.
Kita kembali pada 30 malam sampai dini hari, ini adalah yang terbaik. Saudara menjadi bagaian yang menetapkan yang terbaik (tepuk tangan) Sekarang, apa yang dilakukan agar 30 maret dan 1 April ini, PD bisa mendapatkan peluang dan momentum baru untuk meningkatkan keberhasilan kita dalam perjuangan politik.
Begini, saya berharap ketum dan seluruh jajaran membaca dan memahami isi penjelasan saya tadi malam. Lakukan sesuatu, pemerintah apa, masyarakat apa, maka rakyat akan tahu PD lah yang peduli, PD yang konsisten, PD lah yang tahu apa yang harus dilakukan bersama kedepan menyelamatkan perekonomian kita.
Saya ambil contoh, tadi malam (30 Maret) saya sampaikan ekonomi sebuah negara, itu diharapkan terus tumbuh. Kalau ekonomi tidak tumbuh, negara akan collaps atau stagnan. Bagi negara berkembang, yang kemiskinan makin tinggi, penganggurannya juga biasanya tinggi, pembangunan belum, kalau ekonomi tdk tumbuh, itu berarti masa depan gelap.
Ekonomi harus tetap tumbuh. Nah agar ekonomi tumbuh, maka investasi harus berkembang. Serukan, wahai PD, dimana-mana, di berbagai forum dalam dunia seperti ini, mari kita tingkatkan investasi. Gubernur, bupati, walikota, jangan mengeluarkan aturan yang menghambat investasi. Demikian juga pihak-pihak lain. Kalau disuarakan terus menerus pelaku ekonomi dan dunia usaha akan salut. Jadi Partai Demokrat mengerti apa sumber pertumbuan di negeri ini.
Kedua, soal ekspor, ayo digalakkan industri-industri ekspor supaya ekonomi tumbuh. Berikutnya, govermenting spending, ya APBN itu. Mengapa pembelajaan dan penerimaan penting agar menopang pertumbuhan, ekonomi akan tumbuh kalau masyarakatnya konsumsi barang-barang yang diperlukan, masyarakat bisa beli. PD harus bersuara, dukung langkah pemerintah yang terus meningkatkan gaji PNS, yang terus mendorong peningkatan upah buruh, terus meningkatkan nilai tukar petani, yang terus memberi bantuan prang miskin.
Mengapa pemerintah terus didukung, karena masyarakat punya daya beli, kemampuan daya beli. Kalau PD terus menerus bersama rakyat, maka orang tahu PD mengerti ekonomi, mengerti darimana asalnya pertumbuhan itu. Pertumbuhan juga dilihat dari sektor rill dan moneter, jadi PD sektor riil, jasa, pertanian, teruslah dalam keadaan seperti ini tingkatkan produktivtas daya saing, dan efisiensinya. Moneter, dikelola maka baiklah investasinya, kelola baiklah suku bunga, agar gerak semua itu. maka PD dianggap mengerti itu pertumbuhan.
Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, hanya lawan-lawan politik atau orang yang tidak jujur dan jernih hatinya tidak mau mengakui pertumbuhan Indonesia. Tiongkok negara yang paling tinggi pertumbuhannya, tahun ini ditargetkan tumbuh 7,5 persen, India yang selama ini tinggi, ditargetkan 6,9 persen. Sebenarnya APBN 2012 kita menargetkan 6,7 %, karena ada masalah ini kita koreksi menjadi 6,5%. Itu lompatan yg luar biasa melihat India,
Malaysia, Thailand rendah. Kemarin di Seoul, saya diminta bertemu dengan pemimpin negara lain, beliau-beliau yang meminta, bukan saya. Semua minta ketemu dengan kita karena ada peluang kerjasama dengan kita, ekonomi mereka tumbuh dan saya juga ketemu Deputy Prime Minister England.
sumber:
http://berita.liputan6.com/read/386721/inilah-transkrip-dan-rekaman-pidato-sby-yang-quotbocorquot
Maher Zain Number One For Me
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me
Now I finally understand
That famous line
About the day I'd face in time
Coz now I have a child of mine
Even though I was so bad
I've learnt so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kids the way you do
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me
There is no one in this world
That can take your place
Oooh I'm sorry for ever taken you for granted
I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I'm around you
Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
number one for me
Maher Zain Number One For Me
You can Download Open Your Eyes Maher Zain Versi Indonesia "buka mata buka hati" here~~> open your eyes Maher Zain versi indonesia heniputra.mp3
And you can play Open Your Eyes Maher Zain Versi Indonesia "buka mata buka hati" here
thank for play/download open your eyes Maher Zain Versi Indonesia. Enjoy
heni putra
Lullaby Song Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
In Your Name O' Lord
I lay to sleep
To rise in the morning by Your lead
If You take my soul from me as I rest
Please forgive me
And if I wake in the morning again
To a new and bright day
Then I pray You will always guide me
Upon a straight way
La ilaha illa Allah
Subhanallah
Alhamdulillah
Allah Akbar
Lullaby Song Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
Life Returns Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
The earth is hard
Soil is cracked
Bleached and blistered
Trees bend wilt and weary
Ground gets dusty and dry
Allah hears and the rain comes
Wetting and washing the world
Flushing and flooding the clay
Spilling and splashing
Life returns
Allahu Akbar
We are the cracked earth
The thirsty dirty spirit of man
If we gasp we will be heard
Forgiveness falls like rain on our hands
Allah hears and the rain comes
Wetting and washing the world
Flushing and flooding the clay
Spilling and splashing
Life returns
Allahu Akbar
Life Returns Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
Full Of Humility Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
Put all our pride away,
always find a gentle word to say
you know we shouldn't fool ourselves,
Allah has given so much to you and me.
Put all our pride away,
Always thank Allah when we prey,
You know we shouldn't be full of ourselves
when we, should be full of humility.
We're all livin' here together on this planet floatin' round the sun
We're all equal to one another, no one's better than anyone
The only ting we have to weigh us all apart
is the faith only Allah can see, deep inside our hearts.
Put all our pride away,
always find a gentle word to say
you know we shouldn't fool ourselves,
Allah has given so much to you and me.
Put all our pride away,
Always thank Allah when we prey,
You know we shouldn't be full of ourselves
when we, should be full of humility.
Trying hard to simply be humble and never act too proud
It's easy to trip and stumble with your nose up above the clouds
Its always best to be modest and keep our feet on the ground
Cause pride will eat us up inside if we're arrogant and loud.
Put all our pride away,
always find a gentle word to say
you know we shouldn't fool ourselves,
Allah has given so much to you and me.
Put all our pride away,
Always thank Allah when we prey,
You know we shouldn't be full of ourselves
when we, should be full of humility.
Full Of Humility Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
Crazy Spots I’ve Prayed Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
All the earth is a place of prostration,
Every field and meadow, mountain, park, city, farm plantation.
Every roadside, seaside, hillside, walkway,
Any place clean and green can be a place to pray
When I think of every path, where I've ever trot,
I laugh at all the crazy spots I stopped to worship God.
Remember that long car ride?
Driving all night so far,
Under the summer moon we pulled off to the side,
Reclining in the front seat of the car.
Waking to a fajr bird sound,
And washing in the coin car wash we found.
With the water blaster making wudhu,
You sprayed me and I sprayed you.
We stood so drowsy in the dawn,
Behind the car wash dripping on the lawn.
All the earth is a place of prostration,
Every field and meadow, mountain, park, city, farm plantation.
Every roadside, seaside, hillside, walkway,
Any place clean and green can be a place to pray
When I think of every path, where I've ever trot,
I laugh at all the crazy spots I stopped to worship God.
Saturday shopping day, in a busy mall and bustling through the aisles,
Where everyone's getting in my way.
Each blank zombie we shop and face forty smiles.
Time comes for prayer attack,
Grab a pair of pants or a sweater from the rack.
Find a changing room and latch the door,
Set aside excuses and hit the floor.
As I go back to the mall,
It's easier then to make sense of it all.
All the earth is a place of prostration,
Every field and meadow, mountain, park, city, farm plantation.
Every roadside, seaside, hillside, walkway,
Any place clean and green can be a place to pray
When I think of every path, where I've ever trot,
I laugh at all the crazy spots I stopped to worship God.
And our socks froze to the blanket,
That we spread over the snow,
Your call to prayer bounced off the trees and across the icy meadow.
Crisp and clean cold air, our hearts were so aware,
Our bodies felt the frozen freedom what a very cool place for prayer!
All the earth is a place of prostration,
Every field and meadow, mountain, park, city, farm plantation.
Every roadside, seaside, hillside, walkway,
Any place clean and green can be a place to pray
When I think of every path, where I've ever trot,
I laugh at all the crazy spots I stopped to worship God.
There was a time next to the river;
There was a time in the school hall.
There was that stairwell in that building,
There was that forest in the fall.
The movie house corridor,
The airplane kitchen in the sky.
So many places I'm sure there'll be more
Pieces of earth to testify.
All the earth is a place of prostration,
Every field and meadow, mountain, park, city, farm plantation.
Every roadside, seaside, hillside, walkway,
Any place clean and green can be a place to pray
When I think of every path, where I've ever trot,
I laugh at all the crazy spots I stopped to worship God.
Crazy Spots I’ve Prayed Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
Afraid To Read Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali
How many words she?s read before, she?s consumed two thousand books or more.
Musty pulp and glue soundproof her tiny room.
She cannot understand why this book in her hand
fascinates her now so much that she?s almost shy to touch.
?Don?t think about the words it?s just a book - paper and ink?
She reaffirms, remind herself, ?a book can?t dictate what to think.?
It invites, intrigues her more than others on her shelf
?Is it just another book?? - she sits questioning herself.
Oh Allah, she?s so afraid to read,
the wisdom that?s revealed may burrow in her mind
She?ll be obliged to admit,
She?ll be obliged to submit
But will she be strong enough to live the truth she finds?
Oh Allah, she?s so afraid to read.
The hall light is always on every night that he is gone.
He hears his mother toss in bed when he slips in at dawn.
In the book case by the stair, he can see it sitting there
like a waiting watchful wise-man scolding him with care.
In the morning will they fight about him being out all night?
Will he resent their gift of love and not admit that they are right?
All he wants is to fit in some place, but must he compromise his faith?
He can?t look himself or his parents in the face.
He takes the book upstairs unread and sets it closed next to his head
then counts the prayers he?s missed and lays so hopelessly in bed.
Oh Allah, he?s so afraid to read,
the wisdom that?s revealed may burrow in his mind
He?ll be obliged to admit,
He?ll be obliged to submit
But will he be strong enough to live the truth he finds?
Oh Allah, he?s so afraid to read.
I sent an email to my loved one, just the other day
It?s sad communication has evolved this way.
We use so many words but have so little to relay
as angels scribble down every letter that we say.
All the viral attachments sent and passionate insults we vent
It?s easy to be arrogant behind user passwords we invent.
But on the day the scrolls are laid, with every word and deed displayed,
when we read our accounts, I know, for one, I?ll be afraid.
That day I?ll be so afraid to read,
every harsh word that I?ve spoken - and every time I have lied.
I?ll be obliged to admit,
I?ll be obliged to submit
Will I have strength owning up to each deed I?ve tried to hide?
Oh Allah, I?m so afraid to read.
Afraid To Read Lyrics Music Dawud Wharnsby Ali